24 Januari 2010

Perencanaan Pembelajaran

B. PEMBAHASAN
1. DEFINISI DAN MANFAAT
Menurut Ely, perencanaan berarti suatu proses atau cara berfikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan. Kemudian Kaufman mengatakan bahwa perencanaan berarti suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang di dalamnya mencakup berbagai elemen.
Nurhida Amir Das dan Rocdhito berpendapat bahwa rencana merupakan suatu proses analisis dari kebutuhan dan tujuan, dan pengembangan materi.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat diketahui bahwa perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan.
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Pendapat lain menyatakan bahwa: Pembelajaran adalah seperangkat kejadian yang mempengaruhi siswa dalam situasi belajar.
Berdasarkan pendapat para ahli mengenai pengertian pembelajaran sebagaimana tersebut di atas, dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran adalah seperangkat kejadian yang didalamnya meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang mempengaruhi siswa dalam situasi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Perencanaan pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu proses atau cara berfikir mengenai sesuatu hal yang akan dilakukan dengan tujuan agar diri seorang dapat berubah. Perubahan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, maupun psikomotornya.
Perencanaan pembelajaran merupakan langkah penting untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang harus dilakukan sebelum memulai proses pembelajaran. Apabila rencana pembelajaran disusun secara baik, akan menjadikan tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Oleh sebab itu perencanaan pembelajaran memiliki beberapa manfaat:
1. Perencanaan pembelajaran dapat dijadikan alat untuk menemukan dan memecahkan masalah.
2. Perencanaan pembelajaran dapat mengarahkan proses pembelajaran.
3. Perencanaan pembelajaran dapat dijadikan dasar dalam memanfaatkan sumber daya secara efektif.
4. Perencanaan pembelajaran dapat dijadikan alat untuk meramalkan hasil yang akan dicapai.

Dilihat dari manfaat diatas, dapat dipahami bahwa perencanaan pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Seorang pendidik perlu terampil dalam merencanakan suatu proses pembelajaran. Karena dalam proses pembelajaran memerlukan acuan atau landasan yang jelas agar perilaku setiap individu yang melakukan aktivitas pembelajaran akan terkendali serta terarah ke arah pencapaian tujuan, baik tujuan pembelajaran secara khusus, maupun tujuan pembelajaran secara umum.

2. PENDEKATAN SISTEM
Pada dasarnya suatu proses pembelajaran terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Komponen tersebut meliputi tujuan, materi, media, siswa, guru dan komponen lainnya. Masing-masing komponen tersebut saling terkait sebagai suatu sistem. Oleh sebab itu, penyusunan perencanaan pembelajaran perlu didasarkan pada pendekatan sistem.
Sistem berati gabungan dari berbagai komponen sebagai satu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan. Suatu sitem dapat menjadi supra atau sub sitem dari sistem lainnya. Supra sistem adalah suatu sistem yang berada di atasnya. Sedangkan sub sistem adalah sistem yang berada di dalam sistem.
Suatu sistem merupakan keterkaitan antara input (masukan), proses, dan output (keluaran). Misalnya, masukan dari pembelajaran dapat berupa siswa, guru, materi, dan media. Proses pembelajaran adalah aktivitas dari kegiatan pembelajaran. Keluaran dapat berupa perubahan diri siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran.
Dapat dipahami bahwa perencanaan pembelajaran dengan pendekatan sistem berarti penyususnan perencanaan pembelajaran yang didasarkan pada berbagai hal yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Pendekatan sistem dapat digunakan sebagai landasan berpikir, mulai dari input, proses, dan output.
3. ANALISIS TUJUAN PEMBELAJARAN
Analisis tujuan pembelajaran pada dasarnya untuk mengetahui kompetensi yang perlu dikuasai oleh siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran. Analisis tujuan pembelajaran merupakan langkah dalam menyusun perencanaan pembelajaran.
Tujuan pembelajaran terdiri dari tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus. Tujuan pembelajaran umum merupakan kompetensi, sedangkan tujuan pembelajaran khusus merupakan indikator kompetensi. Tujuan pembelajaran umum menjelaskan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang bersifat umum dan luas, sedangkan tujuan pembelajaran khusus menjelaskan tingkah laku khusus atau spesifik yang perlu dimiliki siswa.
Dalam merumuskan tujuan pembelajaran umum atau kompetensi dan tujuan pembelajaran khusus atau indikator kompetensi, dapat disusun berdasarkan taksonomi Bloom yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

4. JENIS PERENCANAAN PEMBELAJARAN
a. Perencanaan Permulaan ( Preliminary Planning )
Perencanaan ini sangat diperlukan bagi guru-guru yang baru bertugas. Karena dari permulaan tugasnya itu guru perlu mengadakan serangkaian penyesuaian diri terhadap situasi-situasi baru, membantu murid yang mengalami frustasi dan rasa tak aman karena baru masuk sekolah, menimbulkan kesan yang menyenangkan bagi murid-murid agar menjadi betah bersekolah, dan lain-lain.
Guru yang memperoleh keterangan dan pengetahuan yang lengkap dan teliti tentang tugas-tugas yang akan dikerjakan. Baik tentang sekolah, murid, hubungannya dengan staf guru lainnya, dan dengan seluruh staf dan karyawan lainnya serta masyarakat sekitar sekolah.

b. Perencanaan Tahunan
Perencaan ini berfungsi sebagai rencana jangka panjang ( general long-rang planning ) untuk sekolah. Disusun berdasarkan kurikulum yang memberikan bahan-bahan tentang pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi murid pada setiap kelas/tingkat. Langkah-langkah yang ditempuh ialah sebagai berikut:
1. Menentukan tujuan-tujuan dari pelajaran itu.
2. Menyusun skop pelajaran berdasarkan tujuan yang dicapai.
3. Mengorganisasikan isi pelajaran dalam bentuk masalah-masalah atau unit-unit atau unit minat siswa.
4. Menentukan metode mengajar untuk setiap pokok unit.
Langkah-langkah tersebut hendaknya senantiasa mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan ability (kemampuan) peserta didik. Dalam rencana ini dicantumkan pula jenis perlengkapan yang diperlukan selama proses pembelajaran.


c. Perencanaan untuk Hari Pertama
Rencana ini perlu dibuat guru, agar ia dapat menghadapi hari pertama dari tugasnya secara efektif dan menimbulkan kesan yang menyenangkan bagi murid-murid sebagai landasan yang baik untuk hari berikutnya.
Selain dari itu, seringkali ada sebagian murid yang pernah mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan dari guru sebelumnya sehingga ia memasuki kelas sudah dibekali dengan perasaan tidak senang terhadap pelajaran yang diajarkan oleh guru baru.
Rencana hari pertama ini memuat hal-hal, antara lain: melaksanakan hal yang bersifat rutin, prosedur dan bahan pengajaran, pengaturan tempat duduk murid, cara pendekatan guru terhadap murid, misalnya mengadakan diskusi, demonstrasi, menugaskan seorang murid untuk menceritakan pengalamannya (semasa liburan) di depan kelas, pendekatan informal, memberikan keterangan-keterangan pendahuluan tentang tujuan-tujuan pembelajaran, dan bahan-bahan bacaan yang diwajibkan. Direncanakan juga tentang kemungkinan partisipasi murid serta tugas-tugas bagi murid dalam pertemuan selanjutnya.
Penjelasan di atas dapat dipahami bahwa, pada kesan pertama yang harus ditampilkan oleh seorang guru pada saat mengajar adalah baik. Baik dari segi penampilan, sikap, tutur kata, serta mampu memberikan rasa nyaman kepada setiap murid, agar mereka dapat bersemangat untuk mengikuti pelajaran pada pertemuan berikutnya.


d. Mengikutsertakan Murid dalam Perencanaan
Dalam batas-batas tertentu, guru dapat mengikutsertakan murid dalam membuat perencanaan pembelajaran.
Alasan yang mendukung pandangan ini ialah guru menghargai pribadi murid. Kepada mereka perlu diberikan kesempatan menyumbangkan bahan pikirannya seperti dalam diskusi kelompok. Namun demikian, guru tetap harus membuat dulu suatu pre-planning dan telah mengadakan penjajakan sebelumnya tentang kebutuhan dan minat mereka.
Guru dituntut mampu bersikap demokratis dalam proses pembelajaran, karena bisa saja keinginan murid berbeda dengan keinginan guru, sehingga dapat berpengaruh pada kreatifitas murid. Sehingga ada kalanya guru mengikut sertakan murid dalam perencanaan pembelajaran.

e. Perencanaan Bersama
Penyusunan rencana adalah menjadi tanggung jawab bersama dari semua guru, kepala sekolah, penilik, dan pengawas. Mereka bersama-sama di dalam suatu kelompok kerja menyusun suatu rencana yang luas yang dapat menjadi pegangan atau pedoman bagi semua guru yang disebut resource unit.
berdasarkan rencana umum itu, setiap guru atau suatu tim guru dapat menyusun suatu unit belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan kelasnya masing-masing. Kegiatan kerja sama membuat rencana ini, bukan saja bermanfaat bagi guru dalam persiapan mengajar secara efektif, akan tetapi juga dapat menjadi media bagi setiap guru untuk mengembangkan dirinya agar menjadi lebih profesional. Secara tidak langsung, hal itu merupakan kegiatan inservice training bagi guru.

3. PERANGKAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru dituangkan dalam perangkat perencanaan pembelajaran. Perangkat perencanaan pembelajaran yang perlu dipahami dan dikuasai guru meliputi silabus dan program satuan pembelajaran.

a. Silabus
Salah satu tahapan pengembangan kurikulum adalah silabus, yaitu garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau garis-garis besar program pembelajaran. Silabus merupakan hasil atau produk kegiatan pengembangan desain pembelajaran. Adapun langkah-langkah pokok dalam pengembangan silabus meliputi:
1) Menuliskan standar kompetensi
2) Menuliskan kompetensi dasar
3) Menuliskan materi pokok
4) Menentukan strategi pembelajaran
5) Menentukan alokasi waktu, dan
6) Menentukan sumber bahan.

Dengan asumsi bahwa gurulah yang paling tahu mengenai tingkat perkembangan peserta didik, perbedaan siswa, daya serap, suasana dalam kegiatan pembelajaran, serta sarana dan sumber yang tersedia, maka guru berwenang untuk menjabarkan dan mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi silabus.

b. Program Satuan Pembelajaran
Program satuan pembelajaran merupakan perangkat perencanaan pembelajaran yang dijadikan pedoman dalam melaksanakan proses untuk mencapai suatu kompetensi.
Format program satuan pembelajaran sangatlah beragam. Masing-masing lembaga pendidikan memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang memuat aspek sebagai berikut:
1) Pokok bahasan
2) Sub-pokok bahasan
3) Tujuan umum / kompetensi
4) Tujuan khusus / indikator kompetensi
5) Prosedur dan materi.

Format program satuan pembelajaran di atas bukanlah sesuatu yang baku, akan tetapi hanya sekedar sebagai gambaran. Dalam menyusun program satuan pembelajaran, guru sebaiknya mengikuti format yang telah ditetapkan oleh lembaga atau sekolah masing-masing.


C. KESIMPULAN
Perencanaan pembelajaran adalah cara berfikir mengenai sesuatu hal yang akan dilakukan dengan tujuan agar diri peserta didik (murid) dapat berubah. Perubahan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Perencanaan pembelajaran yang mampu dirancang serta dijalankan dengan baik oleh guru, dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif, serta efisien. Sehingga mampu mengarahkan proses pembelajaran tersebut ke arah tujuan pendidikan.















DAFTAR PUSTAKA

Anonim, (1981) Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an
Ahmad Rohani, (2004) Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Mukhtar, (2003) Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Misaka Galiza
Oemar Hamalik, (2003) Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara
Suwardi, (2007) Manajemen Pembelajaran, Surabaya: Temprina Media Grafika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar